Saya di berhentikan dari perusahaan yang saya sebut sebelumnya (sebenarnya saya sudah ingin berhenti jikalaupun tidak di berhentikan tepatnya sih kata managernya BREAK post: ramalan akhir tahun 2011) , posisi saya di perusahaan ini terletak di bagian Operational untuk ISP.
Kemudian job saya di alihkan kepemasangan CCTV di salah satu swalayan di kota Pekanbaru, job baru itu saya terima, dengan perinsip saya hanya membantu. Baik itu tenaga maupun pemikiran.
Project cctv di beri tenggang waktu pengerjaan oleh swalayan tersebut (tak perlu disebut namanya) selama 1,5 bulan, namun pengerjaan installasi CCTV ini tak juga selesai
sampai tanggal yang seharusnya sudah serah terima cctv dengan swalayan tersebut , saya dan seorang teman harus bertempur 5hari 5 malam x 24 jam untuk menyelesaikannya. Hari ke 6 kami berdua sudah tidak sanggup untuk melanjutkannya terlebih karena alasan kelelahan dan kurang istirahat plus kurangnya support perusahaan kepada kami berdua yang lembur siang malam untuk pengerjaan projectnya. Sampai kaki kananku harus menderita memar karena terlalu lama berdiri di tangga saat pemasangan cctvnya.
Project CCTV dengan tenggang waktu 1,5 bulan tidak juga selesai, ini bukan kesalahan operational, karena operational sudah bekerja semaksimal mungkin dan sedaya upaya, pengerjaan cctv untuk seluas area swalayan tersebut, tak bisa di kerjakan oleh 2 atau 3 orang saja, seharusnya da beberapa team pengerjaannya dan suatu perusahaan yang memegang project seperti itu harusnya mengerti dan menambah team pekerja. Bukan hanya berpangku tangan menunggu hasilnya yang memuaskan dengan mengandalkan 2 orang pekerja (emang kami robot….apahhh???)
Sesudah kejadian tersebut saya semakin tak banyak berharap pada perusahaan tersebut, dan dengan ikhlas pada tanggal 22 November 2011 saya panggil dan di suruh break sementara waktu. (break seharusnya gaji jalan ya kan…!! tapi ini tidak lho…! namanya juga pt abal abal bin how how …. yahh biarkan sajalah…!! ).
Break atau berhenti lebih baik saya sebut berhenti saja, saya tidak ingin di perusahaan anda lagi,,,, maaf terlalu cemen anda mengurus perusahaan IT seperti itu.
Bedakan urusan keluarga pribadi dan pekerjaan, harusnya ini yang di tanam dalam otak managernya. Management jangan cemen dan layaknya anak-anak.
Less Talk Do More