Kemarin, saya bertemu dengan teman lama, sama – sama di rekrut di perusahaan yang sama dengan pemimpin yang sama dan job berbeda, perkenalan beberapa hari membuat kami akrab, buka bersama sering kami lakukan waktu itu, ramadhan bulan lalu 2011.
Namanya sebut saja Budi, sebelum libur lebaran makheluk satu ini harus libur duluan karena jadwal kantor yang sering berubah – ubah tak jelas dan tentu arah, membuat jadwalnya dengan keluarga besar jadi amburadul, dan karena itu ramadhan 3 terakhir urusan kantor di abaikannya (libur duluan).
Salah atau benar…??. tergantung anda menilainya, tapi jangan lupa anda tidak bisa menilai itu sebelah pihak. Inti saya cerita disini bukan soal menilai perbuatan itu salah atau tidak. Tapi ada sisi lain dari perusahaan abal-abal itu yang ingin saya sampaikan, setidaknya ini menjadi sebuah catatan dan pengalaman di kota pekanbaru.
Budi libur duluan, dan di hari – hari sebelumnya perusahaan menjanjikan akan membayar gaji karyawannya (ya sukurlah…setidaknya ada pemasukan bulan ini meskipun tanpa THR) via rekening bank mandiri, sebagian dari karyawan ada yang memiliki rekening mandiri sebagian lagi tidak punya rekening mandiri termasuk saya begitu juga si Budi.
Sebagian dari kami menerima gaji itu cash, meskipun perhitungannya agak menggelikan, bagaimana tidak sebuah perusahaan bernama PT. menghitung gaji karyawan berdasarkan total hari kerja, jadi hari minggu 4 kali tidak masuk dalam hitungan gaji (licik benerkan) tidak ada yang mempermasalahkan meski saya yakin di hati masing-masing pasti bertanya-tanya. Tidak hanya itu ada juga potongan pajak ppn saya lupa berapa persen. Anehnya tanda bukti pembayaran pajak itu tidak pernah ada sampai sekarang (licik lagiii…!!). Soal pajak terakhir di hilangkan karena di complain.(saya tidak cerita siapa yang complain nanti kepanjangan nih…!!)
Ohhh iya.. kami sudah libur dan memegang gaji berdasarkan hitungan hari, tak apalah, kebahagiaan mau lebaran idul fitri menghilangkan semua ke gelisahan soal gaji itu. Tapi tidak dengan Budi, dia masih gelisah
, kenapa tidak…??. Karena gajinya yang konon di transfer via bank mandiri tak juga di transfer perusahaan, padahal Budi sudah memberikan nomor rekening seorang saudaranya pada perusahaan sebagai media transfer gajinya.
Beberapa kali Budi confirmasi via sms, dan di balas katanya gaji sudah di bayarkan, lagi – lagi di check gaji tidak juga masuk, di conprontir lagi keperusahaan alasannya tunggu aja mungkin jaringan lagi sibuk….(alasan yang bodoh …!!).
Beberapa hari gaji tak juga sampai, meski Budi sudah menelan semua alasan bahwa gajinya sudah di tranfer dan belum sampai karena jaringan lagi sibuk (hehehehe…!!). Hingga akhirnya memaksa Budi harus turun dari Bangkinang sana dan meminta gajinya ke perusahaan secara langsung agar di bayar cash, dari pagi sampai sore menunggu dan memang di suruh tunggu nanti mau di ambil uangnya ke Bank. Sorenya pemimpin perusahaan abal-abal permisi mau ke bank untuk mengambil gaji si Budi, tunggu – punya tunggu sampai magrib si Budi menunggu, boss perusahaan itu tak juga datang, dan sms masuk, ” Besok aja ya bud, saya sudah di Rumah” kira kira begitu isi sms yang masuk di hp bututnya Budi.
Coba bayangkan, si Budi jadi pengemis gajinya di perusahaan dia bekerja di suruh tunggu sampai magrib budi menunggu, sms pemimpin perusahaannya malah sudah pulang kerumah berarti bukan ke bank. Pemimpin yang luar biasa …!!! (cocoknya di gampari pake sendal wajahnya)
Perusahaan apa itu seperti itu, kalau bukan perusahaan yang memalukan di pimpin orang yang tak punya malu dan bermental penipu. Jadi tak salah langkah saya memang untuk keluar dari perusahaan seperti itu.
Jadi kapan gajinya si Budi di bayar….??? tunggu saya tanya dia dulu kapan gajinya di bayar..!!